Selasa, 5 Agustus 2025, Di Sekretariat IAI Wilayah Riau yang beralamat di Kampus UMRI, Dr. H. M. Rasuli, SE., M.Si., Ak., CA., ACPA meyambut kedatangan tim dari Politeknik Negeri Bengkalis (POLBENG). Pertemuan terssebut mendiskusikan terkait kurikulum yang telah disusun oleh Program Studi Akuntansi Keuangan Publik Tahun 2025 untuk di benchmark guna mendapatkan masukan dan pengembangan kurikulum dari praktisi akuntan agar materi pembelajaran selaras dengan perkembangan industri dan teknologi terkini. Salah satu poin utama dalam pembahasan adalah POLBENG melihat pentingnya penguatan keterampilan teknologi informasi / digital dalam dunia pendidikan untuk mempersiapkan mahasiswa agar lebih kompeten dan siap beradaptasi di dunia kerja yang berbasis teknologi.
Dalam pertemuan hadir Dewan Penasihat IAI Wilayah Riau (Rektor UMRI) yang diwakili oleh Bapak Mizan Asnawi, SE. M.Ec.Dev (Dekan FEB UMRI), Ketua IAI wilayah Riau: Dr. H. M. Rasuli, SE., M.Si., Ak., CA., ACPA, dan bebrapa pengurus eksekutif IAI Wilayah Riau dari bidang Akuntan sektor publik. Rapat dibuka oleh Bapak Sekretaris IAI Wilayah Riau: Dirga Ayuzda, SE., AK., CA., CPA., Asean CPA dengan menyambut tim dari POLBENG (Nurhazana, Endang Sriwahyuni, Husni Mubarak, Husnul Mutaqin dan Fachroh Fiddin). Sambutan Pak M. Rasuli melengkapi prosesi pembukaan diskusi dan nasihat, dari Dewan Penasihat Pak Mizan Asnawi memberikan support buat kegiatan IAI Wilayah Riau, sedangkan dari Pak M Rasuli memberikan masukan kurikulum yang telah disusun dengan penekanan sebaiknya mencapai kriteria penyusunan “Pentingnya mempelajari dan memahami akuntansi” Mempelajari akuntansi memiliki relevansi yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pentingnya ilmu akuntansi mempunyai peran strategis yang dimiliki seorang akuntan dalam sebuah organisasi, tidak hanya berfungsi sebagai pengelola angka, tetapi juga sebagai konsultan yang membantu dalam pengambilan keputusan bisnis. Akuntan yang terampil akan memberikan insight yang berharga untuk menentukan arah kebijakan dan strategi Perusahaan.
Pembahasan dan diskusi dalam pertemuan ini yakni digitalisasi program studi, yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri yang semakin bergantung pada teknologi informasi dan digital. Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analisis data dan pemanfaatan teknologi informasi yang esensial dalam dunia akuntansi dan keuangan. Selain itu, implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Berdampak menjadi bagian integral dari kurikulum, di mana tujuan utamanya adalah menciptakan lulusan yang tidak hanya menguasai teori tetapi juga siap menghadapi tantangan industri yang dinamis.
MBKM Berdampak, penyusunan kurikulum juga memasukkan aspek praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Salah satunya adalah penyelenggaraan kuliah praktisi industri yang akan memberikan wawasan langsung dari para ahli yang bekerja di dunia usaha. Ini bertujuan agar mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih aplikatif dan relevan dengan praktik di industri. Penyesuaian mata kuliah sesuai dengan MBKM Berdampak diharapkan dapat menciptakan kurikulum yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Di samping itu, masukan terkait isu-isu keberlanjutan juga menjadi fokus penting, dengan harapan mahasiswa dapat mengembangkan kesadaran dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Rapat dan Diskusi diakhiri dengan prosesi penyerahan plakat & penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Jurnal Inovasi Akuntansi Keuangan & Perpajakan (IAKP) yang dikelola oleh POLBENG dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Riau. Kerja, merupakan bentuk komitmen kedua pihak dalam mendukung pengembangan kurikulum yang telah disusun. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan dalam Program Studi Akuntansi Keuangan Publik serta menghasilkan lulusan yang kompeten, memiliki keterampilan praktis, dan siap bersaing di dunia industri, khususnya di bidang akuntansi, keuangan, dan perpajakan. Penandatanganan ini menandakan langkah konkret untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan profesi dalam meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi di Riau.






