Sandiaga Uno Dalam Soft Skill Bisnis dan Wirausaha Mahasiswa BIDIKMISI UMRI

Sandiaga Uno Dalam Soft Skill Bisnis dan Wirausaha Mahasiswa BIDIKMISI UMRI

Pekanbaru – Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A menyempatkan diri di sela kesibukannya hadir secara daring untuk menjadi narasumber pertama pada kegiatan Pembekalan Soft Skill Bisnis dan Wirausaha bagi Mahasiswa UMRI penerima beasiswa BIDIKMISI Tahun 2021 hari Senin (30/8/21) lalu. Mengangkat topik “Arah dan Perkembangan Ekonomi Kreatif Global”, Sandiaga yang merupakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini membuka wawasan mahasiswa mengenai pergerakan ekonomi kreatif di banyak lini, baik di dalam dan luar negeri. Sandiaga juga memperlihatkan video bisnis kreatif sebagai penyemangat mahasiswa peserta soft skill sebanyak 95 orang sekaligus memberikan gambaran mengenai bisnis kreatif tersebut. Mahasiswa juga diajak untuk menjadi “Kaum perubahan, bukan kaum rebahan”.
Kegiatan Soft skill Bisnis dan Wirausaha ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pembekalan bagi mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI UMRI di tahun 2021. Mengambil waktu selama enam hari, soft skill Bisnis dan Wirausaha dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 30-31 Agustus 2021. Selain Sandiaga Uno, UMRI turut menghadirkan narasumber lain yang berpengalaman di bidang bisnis dan wirausaha seperti Drs. Muhammad Ridwan, MM yang merupakan Wakil Ketua Umum

Bidang Pengembangan SDM, KADIN Provinsi Riau, Irianata Karisma, SE., MM yang merupakan seorang Banker dan memilik bisnis Cafe dan beberapa bisnis lainnya, Shiella Priscilla yang merupakan Entrepreneur muda dan dikenal sebagai Founder MeetUp Coworking Space, juga Tarmudji yang merupakan Manager Nasional Waralaba McDonald’s Indonesia. Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai seluk bisnis, membangun brand, memulai bisnis tanpa modal, bahkan diajarkan membuat business plan dari ide mereka sendiri. Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa peserta mampu menjadi entrepreneur muda dan mengembangkan bisnisnya.

Pengajian Akuntansi Episode 1 : Tahun Baru Islam : 1 Muharram 1443 H Sebagai Momentum Maknai Hidup Dengan Semangat Hijriah

Pengajian Akuntansi Episode 1 : Tahun Baru Islam : 1 Muharram 1443 H Sebagai Momentum Maknai Hidup Dengan Semangat Hijriah

Pekanbaru – Di hari Sabtu (14/08/21) lalu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMADIKSI) melaksanakan Webinar Pengajian Akuntansi Episode 1 dengan tema “Tahun Baru Islam : 1 Muharram 1443 H Sebagai Momentum Maknai Hidup Dengan Semangat Hijriah”. Hadir pada hari itu pengisi materi kajian yang merupakan dosen PBA Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bapak Talqis Nurdianto, LC., MA. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai selesai. Turut hadir Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau Zul Azmi, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS, Ketua Program Studi Akuntansi Agustiawan, SE., M.Sc., Ak, juga dihadiri seluruh dosen dari Program Studi Akuntansi.

Dalam kajian tersebut, Nurdianto menyampaikan spirit hijrah terdiri dari Hijrah Makani, Hijrah Amali dan Hijrah Niat. Lebih jauh ia paparkan, Hijrah Makani yaitu hijrah yang didukung oleh lingkungan, Hijrah amali yaitu hijrah dengan perbuatan da

n Hijrah niat adalah hijrah yang berawal dari niat.

Hijrah yaitu kemurnian iman, ibadah yang benar, akhlak yang mulia dan bermanfaat. Adapun sebab seseorang gagal dalam berhijrah yaitu niat nya yang lemah, bercanda, mendekati yang haram, tidak memiliki teman yang baik, tidak belajar ilmu agama serta lingkungan tidak mendukung.

Dengan berlangsungnya kajian daring ini, diharapkan kegiatan ini mampu menjadikan seluruh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi pribadi yang lebih baik, membangun hidup yang lebih bermanfaat dan produktif.

Good To Great

Good To Great

Oleh : Aji Ramadhan P (Mahasiswa Program Studi Manajemen)

https://tjokroaminoto360.files.wordpress.com/2015/08/gtg1.jpg

Buku ini isinya menganalisa perusahaan perusahaan yang superior di kelasnya masing masing, dan setelah itu menyimpulkan apa apa saja ciri ciri perusahaan perusahaan superior tersebut, tema sentral dari buku ini adalah bahwa perusahaan superior selalu memiliki target yang Sangat Spesifik, dan juga setelah itu fokus untuk mengalokasikan seluruh sumber daya mereka untuk mencapai target yang spesifik tadi.

“Bagus itu musuh dari Hebat”,

pada bab pertama ini lah Collins menentukan kriteria apa yang dimaksud dengan superior, yang paling utama dari kriteria yang digunakan adalah pertumbuhan dan sukses yang berkelanjutan yang melebihi rata rata industri.

Level 5 Leadership

Dalam bab ini, pak Collins memulai dengan mengidentifikasi dan kemudian menganalisa dengan detail faktor faktor yang membedakan perusahaan bagus dengan perusahaan yang istimewa (superior). Dan yang paling berperan adalah kualitas dan pondasi kepemimpinan di perusahaan. Yang oleh dia dinamakan “Level 5 leadership” sebagai karakteristik umum yang dimiliki oleh semua perusahaan Superior.

Dengan menganalisa perilaku para pemimpin level 5 ini, Collins menemukan suatu sifat umum yaitu determinasi yang tinggi dan rendah hati. Para pemimpin ini pada umumnya punya komitmen jangka panjang kepada perusahaan tempat mereka bekerja dalam level yang personal, dan pada umumnya mereka berasal dari dalam struktur organisasi perusahaan itu sendiri.

Pertama adalah “Siapa”, baru “Apa”

Faktor berikutnya yang di identifikasi oleh Collins sebagai bagian dari proses “Good to Great” adalah sifat dasar dari tim pemimpin. Secara khusus, Collins mengemukakan konsep bahwa proses mendapatkan orang orang yang high-quality dan high-talent harus dilakukan terlebih dahulu sebelum strategi dibuat. Dengan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, Collins berkesimpulan bahwa akan banyak masalah yang membebani organisasi dapat diatasi dengan sendirinya. Sehingga, dia menganjurkan untuk perusahaan yang berubah dari good menjadi great, perlu meluangkan ekstra usaha dan waktu dalam mencari karyawan dan pengambil keputusan.

Hadapi Fakta Brutal (tetapi Jangan pernah menyerah)

Salah satu elemen penting lainnya dalam perusahaan yang berhasil menjadi “great” adalah kemauan untuk mengidentifikasi dan menilai fakta fakta yang ada di perusahaan dan di lingkungan bisnisnya. Dalam kondisi pasar sekarang, perubahan trend adalah hal yang niscaya, dan ketidakmampuan untuk mengikuti perubahan pada umumnya berujung kepada kegagalan perusahaan.

Konsep Landak (Sederhana dalam 3 lingkup)

Dalam bab ini, Collins menggunakan perumpamaan landak untuk menggambarkan hal yang sepertinya bertentangan, bahwa kesederhanaan akan membawa kepada kesuksesan. Jika dihadapkan kepada predator, landak hanya menunduk dan melingkarkan badannya bagai bola, adalah perilaku yang simple tetapi efektif.

Budaya Disiplin

Salah satu karakter yang menentukan dari perusahaan yang berhasil menjadi perusahaan “besar” adalah budaya disiplin dalam organisasi. Tetapi yang dimaksud dengan budaya disiplin oleh Collins disini bukanlah jenis budaya disiplin ala militer yang otoriter. Maksudnya budaya disiplin disini adalah budaya dimana setiap manager dan karyawan bekerja dengan semangat tinggi pantang menyerah, dimana setiap anggota organisasi bertindak sebagai pemilik, sehingga ketika perusahaan sukses, itu dirasakan sebagai sukses oleh mereka sebagai pribadi.

Akselerator Teknologi

Sekarang ini, banyak bisnis yang mengandalkan teknologi untuk meningkatkan efesiensi, mengurangi biaya dan memaksimalkan keunggulan kompetitif. Tetapi Collins mengingatkan bahwa teknologi bukanlah obat mujarab untuk semua masalah perusahaan. Hal ini bisa dilihat pada saat krisis ekonomi di awal tahun 2000an yang dikenal dengan “tech buble”.

Roda gila dan lingkaran setan

Dalam bab ini, Collins menggambarkan 2 lingkaran dimana keputusan bisnis biasanya terakumulasi menjadi baik atau buruk. Semuanya bertumbuh seiring berjalannya waktu. Walaupu anggapan populer bahwa sukses atau gagalnya bisnis itu datangnya tiba tiba, Collins menyatakan bahwa sebenarnya benihnya telah ditanam dalam waktu lama dan terkumpul menjadi momentum yang menghasilkan perubahan ketika energinya mencukupi.

Dari “Good to Great” menuju “Built to last”

Dalam penghujung buku ini, Collins menghubungkan buku ini dengan karyanya sebelumnya yaitu “Built to last” yang merepresentasikan hasil penelitian selama enam tahun kepada faktor faktor apa saja yang menentukan suatu perusahaan baru dapat bertahan dalam jangka waktu panjang.

Judul : Good to Great

Penulis : Jim Collins

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tanggal terbit : Agustus – 2014

Jumlah Halaman : 380

Berat : 500 gr

Jenis Cover : Hard Cover

Kategori :Manajemen

Jadilah Bagian dari Hall Of Fame FEB UMRI!

    Data Diri

  • Pencapaian

 

Verifikasi

Instruksi

1. Membayar uang pembuatan KTM ke Tata Usaha sebesar Rp. 60.000
2. Mengisi formulir pengajuan di halaman ini


Syarat Foto

1. Foto berbentuk file asli (bukan foto menggunakan HP)

2. Ukuran foto 3x4

3. Berfoto dengan posisi serong

4. Foto wajib menggunakan Jas Almamater
5. Latar Belakang Merah
6. FILE diberi nama dengan format berikut : Nama_NIM

Pengajuan Pembuatan KTM Baru

 

Verifikasi

Tata Cara Pengajuan Surat

1. Pastikan sudah membaca syarat surat terlebih dahulu
2. Pilih dan download format surat yang dibutuhkan,
3. Edit isi surat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa masing-masing,
4. Cetak surat,
5. Minta tandatangan pejabat yang tertera di surat (Ka.Prodi/Dosen PA/dll),
6. Serahkan ke Pihak yang tertera di syarat surat

 

Silahkan download format surat dibawah sesuai kebutuhan

> Permohonan Data Fakultas Untuk Penelitian (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Data Pra Proposal Penelitian (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Data Tugas Mata Kuliah (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Input Mata Kuliah / KRS (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Kembali Kuliah Setelah Cuti (Serahkan ke DAAK)


> Permohonan Pindah Regular (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Pindah Program Studi (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Pindah Universitas (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Pengunduran Diri (Serahkan ke Tata Usaha)