PEKANBARU, 26 MEI 2025 – Sebanyak 13 mahasiswa dan dosen dari Management and Science University (MSU) Malaysia bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) mengikuti kunjungan industri ke PT. TIKI Logistik di Pekanbaru, Minggu (26/5/2025). Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung tentang manajemen logistik modern yang mengintegrasikan teknologi, efisiensi operasional, dan strategi distribusi.
Kunjungan diawali dengan pemaparan sistem logistik perpindahan barang oleh tim manajemen TIKI. Peserta diajak menyusuri alur kerja mulai dari penerimaan paket, pemindaian barcode, penyortiran berbasis zona, hingga proses loading ke armada distribusi. “Sistem real-time tracking kami memastikan setiap paket dapat dipantau lokasinya oleh customer sejak dari gudang hingga tujuan,” jelas perwakilan TIKI.
Dr. Mughaneswari Sahadevan, dosen MSU, menyatakan kekagumannya: “Saya terkesan dengan integrasi teknologi RFID dan AI dalam manajemen inventory. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi human error tapi juga memangkas waktu proses hingga 40% dibanding sistem konvensional.”
Pada sesi manajemen jasa kurir, peserta melihat bagaimana TIKI mengoptimalkan layanan same-day delivery melalui algoritma penugasan kurir berbasis GPS. Sementara di bagian manajemen rute angkut, tim logistik memaparkan penggunaan big data untuk menganalisis pola distribusi dan menghindari rute macet.
“Pemetaan rute dinamis dengan machine learning ini sangat inspiratif. Di Malaysia, kami baru mulai mengadopsi sistem serupa,” ujar Ahmad, mahasiswa MSU. Senada dengannya, Rina dari FEB UMRI menambahkan: “Ternyata efisiensi biaya logistik sangat bergantung pada analisis data lalu lintas dan prediksi permintaan – ini membuka wawasan baru bagi saya.”
Kunjungan juga mencakup demo penggunaan autonomous mobile robot (AMR) untuk sortir paket dan simulasi customer service berbasis chatbot. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang difasilitasi oleh Dekan FEB UMRI, Mizan Aznawi, S.E., M.Ec.Dev. dan Wakil Dekan Linda Hetri Suriyanti, SE., M.Ak., Ak., CA., CRMP. “Sinergi antara akademisi dan industri seperti ini penting untuk memastikan kurikulum kita relevan dengan kebutuhan pasar,” tegas Mizan. Sementara Linda menekankan nilai kolaborasi internasional: “Pembelajaran lintas batas ini memberi perspektif komparatif tentang perkembangan logistik di Asia Tenggara.”
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik, tetapi juga memperkuat jejaring antara UMRI-MSU dan dunia industri. “Kami berencana mengembangkan joint research tentang optimasi logistik berbasis AI setelah melihat praktik terbaik di TIKI,” ungkap Dr. Mughaneswari. (DA)







