Pekanbaru, 20 Desember 2026_Menjelang penghujung tahun 2025, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kampar menggelar sebuah forum yang sudah lama dinantikan oleh para kadernya — Dialog Ideopolitor, sebuah ruang terbuka untuk membicarakan hal-hal yang justru sering luput dari obrolan sehari-hari: ideologi, politik, dan organisasi.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 20 hingga 21 Desember 2025, dengan menghadirkan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) Mizan Asnawi, SE., M.Ec.Dev sebagai narasumber. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam dialog — materi yang disampaikan tidak hanya kaya secara akademis, tapi juga dekat dengan realita berorganisasi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEB UMRI menyampaikan pesan yang langsung mengena di hati peserta.”Kader yang kuat bukan yang paling banyak bicara, tapi yang paling paham mengapa ia bergerak. Fahami ideologimu, maka kamu tidak akan mudah goyah oleh apapun.” Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan organisasi hari ini bukan soal kurangnya orang, melainkan kurangnya orang yang benar-benar mengerti arah. “Muhammadiyah tidak butuh kader yang ramai, tapi kader yang sadar — sadar tujuan, sadar peran, dan sadar tanggung jawab.”
Peserta yang hadir adalah para pengurus dan kader PDM Kampar dari berbagai tingkatan. Mereka datang bukan hanya untuk mendengar, tapi untuk terlibat. Dan memang begitulah suasana yang tercipta — dialog yang berjalan dua arah, hangat, dan penuh gagasan. Pertanyaan mengalir, diskusi hidup, dan sesekali muncul perdebatan kecil yang justru memperkaya pemahaman semua pihak.
Lalu mengapa kegiatan seperti ini penting? Karena sebuah organisasi sebesar Muhammadiyah tidak bisa hanya mengandalkan semangat tanpa arah. Para kader perlu paham betul di atas nilai apa mereka berdiri, bagaimana membaca peta politik yang terus bergerak, dan bagaimana mengelola roda organisasi agar tidak hanya berputar — tapi melaju ke tempat yang benar.
Dialog Ideopolitor ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan itu. Bukan acara seremonial yang selesai begitu saja setelah foto bersama. Tapi sebuah investasi nyata — untuk kader yang lebih paham, organisasi yang lebih solid, dan gerakan yang terus relevan di tengah zaman yang tidak pernah berhenti berubah.







