Pekanbaru – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Kali ini, FEB UMRI turut ambil bagian dalam Sarasehan Ekonomi Awal Tahun yang mengangkat tema “Meneroka Ekonomi Riau 2026: Sinergi Penguatan Ekonomi Riau yang Maju dan Bermartabat”. Acara penting ini berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026, di Ruang Serbaguna Lantai 3 Gedung Bank Indonesia Provinsi Riau yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman 464 Pekanbaru, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Sarasehan ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Bank Indonesia Provinsi Riau, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Riau, dan Pemerintah Provinsi Riau untuk merumuskan strategi ekonomi daerah yang lebih solid di tahun mendatang. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Herman Boedoyo, Ketua ISEI Riau, kemudian dilanjutkan sambutan pembuka oleh Panji Achmad, Kepala Bank Indonesia Provinsi Riau. Puncak acara ditandai dengan penyampaian keynote speech oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau yang mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, S.F. Hariyanto. Dalam paparannya, Sekda menyampaikan kabar positif bahwa ekonomi Riau saat ini dalam kondisi tumbuh dan stabil, sebuah pencapaian yang patut dijaga dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.
Dekan FEB UMRI, Mizan Asnawi, M.EcDev., hadir sebagai salah satu pembahas utama dalam sarasehan tersebut bersama Kaderismanto, Ketua DPRD Riau. Menanggapi pemaparan Pemprov Riau, Dekan FEB UMRI memberikan pandangan kritis dan konstruktif terkait bagaimana menjaga stabilitas ekonomi Riau agar tetap berkelanjutan. Dalam pembahasannya, beliau menekankan empat poin strategis yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, pentingnya memastikan stabilitas pemerintahan sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor dan kelancaran roda perekonomian. Kedua, perencanaan keuangan daerah yang efektif dan efisien harus menjadi prioritas agar anggaran tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal. Ketiga, perlunya mengembalikan fokus pada sumber pendapatan dasar masyarakat seperti karet, kelapa, sagu, dan komoditas lokal lainnya, dengan mengarahkan program pemerintah untuk menopang sektor-sektor tersebut. Keempat, penguatan kelembagaan ekonomi di pedesaan seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan lembaga ekonomi sejenis perlu didorong agar masyarakat di tingkat akar rumput bisa lebih mandiri dan produktif.
Acara yang dipandu oleh Rahmad Rahim, Perencana Utama Pemprov Riau, juga menghadirkan puluhan narasumber dari berbagai lembaga pemerintah, organisasi profesi, asosiasi pengusaha, hingga kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Riau. Diskusi yang berlangsung dinamis dan konstruktif ini menciptakan ruang dialog yang produktif antara berbagai pihak untuk menemukan solusi terbaik bagi kemajuan ekonomi Riau.
Keterlibatan FEB UMRI dalam forum strategis semacam ini mencerminkan komitmen institusi dalam berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah. Lebih dari sekadar partisipasi, kehadiran FEB UMRI memperkuat sinergi antara dunia akademis, pemerintah, dan pelaku ekonomi untuk menciptakan kebijakan yang lebih membumi dan tepat sasaran. Diharapkan, sarasehan ini dapat melahirkan rekomendasi konkret yang bisa diterapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Riau yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bermartabat di tahun 2026 dan masa yang akan datang.







