Kerjasama FEB UMRI dan BKKBN, Menuju Indonesia Rendah Stunting

Pekanbaru – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) beserta Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) baru saja melaksanakan kerjasama bersama Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Riau (BKKBN) pada hari Selasa (22/03) siang. Penandatanganan kerjasama tersebut dihadiri oleh Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si yang sekaligus menandatangani lembar kerjasama, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Dr. H. Saidul Amin, MA, Wakil Rektor I Sri Fitria Retnawaty, S.Si., MT, Wakil Rektor III dr. Taswin Yacob, Sp.S, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Zul Azmi, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA, serta jajaran Direktur dan Dekan.

Dalam sambutannya, Rektor UMRI menyampaikan ada banyak bentuk kerjasama yang bisa dilaksanakan antara UMRI dan BKKBN. Saidul berharap dibawah pengawasan Dekan FEB, kerjasama ini bisa dikembangkan sehingga membawa manfaat yang lebih banyak bagi kedua belah pihak. Saidul juga menyebutkan ada banyak fakultas lain yang dipandang akan memberi banyak manfaat apabila turut menjalin kerjasama dengan BKKBN. Di akhir sambutan singkatnya, Saidul berharap kerjasama ini nantinya menguntungkan kedua belah pihak dan diridhoi oleh Allah Subhanawata’ala.

Melanjutkan acara, Kepala BKKBN Mardalena mengucapkan terimakasih yang besar atas terjalinnya kerjasama ini. “Kerjasama ini sudah lama dicita-citakan, dan perencanaan kerjasama ini juga sudah lama dipersiapkan, alhamdulillah akhirnya terlaksana” sebutnya.

Lebih jauh, Mardalena menyampaikan bahwa BKKBN ingin kembali merebut masa jayanya. “Setelah BKKBN jaya di zaman Soeharto, kami ingin kembali ke masa jaya setelah berpuluh-puluh tahun” ujarnya. “Kami diberi amanat berupa tiga program yang disebut sebagai “BANGGA KENCANA” singkatan dari Bangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana”. Program ini sebutnya, fokus kepada peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Mardalena menyebutkan tantangan utama adalah tingginya presentase stunting di Indonesia. “Presentase stunting kita ada dibawah rata-rata minimal dari WHO” ujarnya. Maka dengan adanya kerjasama ini, Mardalena berharap BKKBN mampu terbantu dalam melaksanakan programnya ini. “Tak harus pengabdian, tapi juga ada pendampingan ketika turun lapangan” harapnya. “Ketika mahasiswa PKL (Praktek Kerja Lapangan), kami siap untuk mendampingi”. Ia berharap hal ini mampu membantu percepatan penuruan stunting seperti yang sudah diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia. Menutup Sambutannya, Mardalena berharap kerjasama ini diridhoi oleh Allah Subhanawata’ala.







[vfb id=53]

[vfb id=52]

[vfb id=50]

[vfb id=49]

[vfb id=48]

[vfb id=47]

[vfb id=46]

[vfb id=45]