PEKANBARU, 23 Mei 2025 – Dalam rangka memperkuat kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat, dosen dan mahasiswa Management & Science University (MSU) Malaysia bersama dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan community service di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kembang Setaman. Kegiatan ini menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari sharing session pengelolaan UMKM, workshop membatik tradisional, hingga diskusi interaktif yang memperkaya wawasan semua pihak.
Kegiatan diawali dengan sharing session oleh dosen MSU, Dr. Mughaneswari Sahadevan, yang membagikan strategi pengelolaan dan pemasaran UMKM berbasis digital. Dalam paparannya, Dr. Mughaneswari menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi teknologi untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. “UMKM harus memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, penguatan branding dan kemasan produk juga menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Sebagai bentuk pertukaran budaya dan pengetahuan, KUB Kembang Setaman memberikan workshop membatik tradisional kepada mahasiswa MSU. Para peserta diajarkan teknik membatik mulai dari proses pencantingan hingga pewarnaan, sambil belajar tentang nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam setiap motif batik. Tak hanya itu, perwakilan KUB juga berbagi pengalaman dalam mengelola usaha batik, mulai dari produksi hingga pemasaran. Seorang mahasiswa MSU, mengungkapkan kekagumannya, “Ini pengalaman pertama saya membatik secara manual. Sungguh menakjubkan melihat detail dan ketelitian yang dibutuhkan. Saya juga sangat terinspirasi oleh semangat warga KUB dalam mempertahankan budaya lokal sambil mengembangkan usaha.”
Kegiatan berlanjut dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara perwakilan KUB Kembang Setaman, dosen FEB UMRI, dosen MSU, dan mahasiswa MSU. Diskusi berfokus pada tantangan dan peluang pengembangan UMKM, khususnya dalam menghadapi persaingan global. Mentari Dwi Aristi, SE., M.Acc., perwakilan dosen FEB UMRI, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi KUB Kembang Setaman, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa dan dosen. Melalui sinergi seperti ini, kita bisa saling memperkuat jejaring dan menciptakan solusi inovatif untuk pengembangan UMKM,” ujarnya.
Dr. Mughaneswari Sahadevan juga menyampaikan kesan positifnya tentang kegiatan ini. “Saya sangat terkesan dengan semangat dan kreativitas KUB Kembang Setaman. Kolaborasi antara akademisi dan pelaku UMKM seperti ini adalah contoh nyata bagaimana pengetahuan teoritis dapat diaplikasikan langsung untuk memberdayakan masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan community service ini ditutup dengan harapan agar kerja sama serupa dapat terus dilaksanakan di masa depan, tidak hanya untuk pengembangan UMKM tetapi juga untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia melalui pertukaran budaya dan pengetahuan. (DA)








