Pekanbaru — Upaya menanamkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) mengambil peran tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Aula Gedung MMT FEB UMRI, Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara dunia akademik, legislatif, dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menariknya, kegiatan ini diselenggarakan pada bulan Ramadan, sehingga menghadirkan suasana yang tidak hanya sarat dengan diskusi kebangsaan, tetapi juga semangat kebersamaan dan refleksi nilai-nilai kehidupan.
Acara tersebut menghadirkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Iyet Bustami, sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI, Mizan Asnawi, SE., M.Ec.Dev, yang juga berperan sebagai narasumber sekaligus tuan rumah penyelenggara kegiatan.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh berbagai unsur peserta, di antaranya para Muballigh dan Muballighah Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Riau, serta dosen dan mahasiswa FEB UMRI. Kehadiran para muballigh dan muballighah dalam forum akademik ini menjadi wujud kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan tokoh masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, Iyet Bustami menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus terus ditanamkan dan diinternalisasi oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap menjadi fondasi dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang semakin kompleks.“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda dan para tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan semangat persatuan dan kebangsaan,” ungkapnya dalam sesi pemaparan materi.
Sementara itu, Dekan FEB UMRI, Mizan Asnawi, SE., M.Ec.Dev, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman serta kesadaran kebangsaan, khususnya bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan para peserta. Melalui forum ini, FEB UMRI tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga wadah pertemuan gagasan antara kampus, tokoh masyarakat, dan pemangku kebijakan dalam merawat nilai-nilai kebangsaan agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman








