PEKANBARU, 25 MEI 2025 – Setelah mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) pagi tadi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) bersama mahasiswa Management and Science University (MSU) Malaysia melanjutkan kebersamaan dengan mengadakan Running Man Games – sebuah permainan tim yang menguji kreativitas, kerja sama, dan ketangkasan, terinspirasi dari acara televisi populer Korea Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di area kampus UMRI ini diikuti oleh 13 mahasiswa MSU dan sejumlah mahasiswa FEB UMRI dengan penuh semangat. Running Man Games terdiri dari berbagai tantangan seru, seperti permainan teka-teki, misi pencarian barang, hingga tantangan fisik yang membutuhkan kerja sama tim. “Ini adalah cara yang menyenangkan untuk mempererat hubungan setelah kegiatan CFD pagi tadi. Selain sehat, kami juga bisa belajar bekerja sama dalam tim yang beragam,” ujar salah satu mahasiswa MSU.
Acara ini turut dihadiri oleh Ibu Linda Hetri Suriyanti, SE., M.Ak., Ak., CA., CRMP. dan Ibu Wan Laura Hardilawati, SE, M.Si., Ph.D., yang turut memantau antusiasme peserta. “Permainan seperti ini tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih kemampuan problem-solving dan komunikasi antar mahasiswa dari dua negara,” ungkap Ibu Linda.
Suasana semakin meriah ketika peserta dibagi ke dalam beberapa tim campuran antara mahasiswa UMRI dan MSU. Tawa dan sorak-sorai terdengar sepanjang permainan, menunjukkan kebahagiaan dan keakraban di antara mereka. Salah satu momen paling seru adalah ketika tim harus menyelesaikan tantangan berbasis budaya, di mana mahasiswa Malaysia dan Indonesia saling berbagi pengetahuan tentang tradisi masing-masing negara.
Melalui kegiatan ini, FEB UMRI kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ikatan persahabatan dan kolaborasi akademik dengan universitas mitra. “Kami berharap Running Man Games bisa menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat jaringan internasional mahasiswa,” tutur salah satu panitia.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah simbolis kepada pemenang dan foto bersama. Semua peserta pulang dengan kenangan manis dan hubungan yang semakin erat, membuktikan bahwa pertukaran budaya dan persahabatan dapat dibangun melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. (DA)






