Pekanbaru, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diikuti oleh 727 mahasiswa baru dari berbagai daerah di Pulau Sumatera. Kegiatan yang digelar di halaman Kampus Utama UMRI ini sekaligus dirangkaikan dengan kuliah umum bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A.
Mahasiswa baru FEB UMRI tahun akademik 2025/2026 berasal dari berbagai daerah, bahkan ada 2 orang mahasiswa asing yang berasal dari Kamboja. Keberagaman asal daerah mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa FEB UMRI semakin dipercaya sebagai institusi pendidikan unggulan di bidang ekonomi, bisnis, dan akuntansi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Kehadiran mahasiswa internasional juga menjadi bukti bahwa FEB UMRI semakin diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat regional Asia Tenggara sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI, yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang serta pesan motivasi kepada mahasiswa baru.
“Selamat datang di keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berintegritas, beretika, dan berjiwa Islami. Kalian adalah calon pemimpin ekonomi masa depan yang membawa misi keberkahan dan kemajuan,” ujar Dekan FEB UMRI dalam sambutannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini para Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, serta Ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan FEB UMRI. Kehadiran para pimpinan fakultas dan lembaga tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung proses adaptasi dan pembentukan karakter mahasiswa baru.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. hadir sebagai narasumber kuliah umum. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral dalam membangun karier dan dunia usaha yang beretika.
“Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus menjadi pionir dalam menegakkan nilai-nilai moderasi beragama, kejujuran, dan tanggung jawab. Dunia bisnis modern membutuhkan insan yang cerdas, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tutur Menteri Agama RI.
Selain kuliah umum, kegiatan PKKMB FEB UMRI 2025 juga diisi dengan berbagai sesi pengenalan akademik, sistem pembelajaran berbasis digital, serta sosialisasi lembaga dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan fakultas. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan global.







