Pekanbaru, 24 September 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (BEM FEB UMRI) sukses menyelenggarakan forum nasional Indonesia Berdialog 2025, sebuah program strategis dari Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) yang berlangsung pada 22–24 September 2025 di Pekanbaru.
Acara ini menghadirkan mahasiswa ekonomi dari 46 universitas di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua dan pejabat pemerintah, serta tokoh nasional. Forum ini menjadi wadah strategis untuk melahirkan gagasan pembangunan sekaligus merumuskan rekomendasi konkret terkait kebijakan fiskal.
Tema yang diangkat, “Menakar Peran APBN dalam Mewujudkan Ekonomi Nasional yang Berkeadilan dan Berkelanjutan dari Perspektif Daerah”, menegaskan pentingnya arah pembangunan yang lebih inklusif dan berpihak kepada daerah penghasil sumber daya alam seperti Riau. Keynote speaker, M Khoirul Huda, Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, mengingatkan bahwa mahasiswa harus hadir sebagai mitra kritis sekaligus solutif. “Pemerintah tidak anti kritik, tetapi kritik harus berbasis pengetahuan. Boleh demo, itu sah, namun ada juga gerakan afirmatif, advokatif, dan edukatif yang sama pentingnya,” tegasnya.
Koordinator ISMEI Wilayah II, Farhan Abrar, menegaskan bahwa forum ini merupakan momentum kebangkitan ISMEI di Sumatera sekaligus wujud nyata kontribusi mahasiswa untuk bangsa. “Kami selaku tuan rumah wilayah mengaku bangga atas terselenggaranya Indonesia Berdialog ISMEI setelah beberapa tahun ISMEI tidak aktif di Sumatera umumnya dan Riau secara khusus. Saya selaku Koordinator ISMEI Wilayah II memastikan bahwa kajian yang kami bawa ini bukan sekadar seremonial akademik, tetapi bentuk konkret kontribusi ISMEI terhadap bangsa Indonesia saat ini,” ungkapnya.
Ketua BEM FEB UMRI Nur Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan acara ini menunjukkan keseriusan mahasiswa dalam memberikan solusi bagi bangsa. “Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah acara penting ini. Indonesia Berdialog adalah bukti nyata komitmen kami untuk tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan karakter mahasiswa yang kritis dan peduli isu kebangsaan,” jelasnya. Nur Hidayat juga menambahkan, “Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda berkelanjutan. Dari sini akan lahir jejaring kolaborasi mahasiswa ekonomi se-Indonesia, yang siap menjadi motor penggerak perubahan positif bagi Indonesia.”
Rangkaian kegiatan berlangsung lancar, dimulai dari diskusi panel, sidang pleno, hingga perumusan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan pusat. Sebagai penutup, peserta mengikuti field trip ke Istana Siak Sri Indrapura sebagai upaya mengenalkan sejarah dan budaya Melayu. Kunjungan ini menjadi simbol bahwa mahasiswa tidak hanya berdialog tentang ekonomi, tetapi juga turut menjaga dan merawat identitas budaya bangsa.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian, Indonesia Berdialog 2025 di Pekanbaru dinyatakan sukses, sekaligus menegaskan peran mahasiswa ekonomi sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata untuk pembangunan nasional yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.








