PEKANBARU, 24 MEI 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (FEB UMRI) menyelenggarakan guest lecture internasional yang menghadirkan empat pakar dari berbagai bidang keilmuan. Acara yang dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UMRI, Mizan Aznawi, S.E., M.Ec.Dev, ini berlangsung di Ruang Kuliah Pascasarjana UMRI, Gedung Rektorat Lantai 6, dan dihadiri oleh mahasiswa dari Management and Science University (MSU) Malaysia serta Universiti Malaysia Terengganu.
Dalam sambutannya, Mizan Aznawi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Guest lecture semacam ini adalah bukti komitmen FEB UMRI dalam menghadirkan wawasan mutakhir bagi mahasiswa. Kolaborasi dengan pakar internasional akan memperkaya perspektif akademik dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global,” ujarnya dengan semangat.
Kegiatan diawali dengan presentasi Dr. Mughaneswari Sahadevan yang membahas konsep reverse mentorship – sebuah pendekatan inovatif di mana generasi muda membimbing generasi senior dalam adaptasi teknologi dan tren terkini. “Di era disruptif ini, pembelajaran tidak lagi satu arah. Anak muda dengan literasi digital tinggi justru bisa menjadi mentor bagi seniornya dalam menghadapi transformasi digital,” jelasnya.
Berikutnya, Dr. Ranti Darwin, SE., ME. memaparkan penelitian terbarunya tentang hubungan dinamis antara konsumsi energi, investasi asing langsung, dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia. “Temuan kami menunjukkan bahwa kebijakan energi berkelanjutan harus sejalan dengan strategi penanaman modal asing untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal,” paparnya sambil menampilkan data analisis ekonometrika.
Sesi berlanjut dengan presentasi Aqil Farras, ST., M.M.S.I tentang strategi e-commerce cerdas di era kecerdasan buatan. “Platform e-commerce kini harus mengadopsi AI untuk personalisasi pengalaman belanja, prediksi tren pasar, dan optimalisasi rantai pasok. Kuncinya adalah memilih teknologi yang tepat dan mengintegrasikannya dengan strategi bisnis,” tegasnya.
Menutup rangkaian presentasi, Fitri Ayu Nofirda, SE, BBA (Hons)., M.Sc. mengajak audiens merefleksikan humanisme di tengah dominasi AI. “Kemampuan emosional, kreativitas, dan etika tetaplah keunggulan manusia yang tak tergantikan oleh mesin. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan AI tanpa kehilangan esensi kemanusiaan,” ujarnya dengan memberikan contoh praktis dari dunia bisnis.
Acara semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi, di mana mahasiswa dari Malaysia dan Indonesia aktif bertanya tentang aplikasi praktis materi yang disampaikan. Seorang mahasiswa MSU mengungkapkan, “Konsep reverse mentorship sangat relevan dengan pengalaman saya di industri. Senang bisa mendiskusikannya langsung dengan pakar.”
Guest lecture ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat jejaring antara mahasiswa dan akademisi lintas negara. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya internasionalisasi kampus,” tutur salah satu panitia penyelenggara saat menutup acara. (DA)








