PEKANBARU, 24 Mei 2025 – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar seminar internasional bertajuk Entrepreneurship Network of Southeast Asia (ENSEA) sekaligus meluncurkan rangkaian acara Milad UMRI. Acara yang berlangsung secara hybrid (onsite dan online) dari Dang Merdu Tower BRKS Pekanbaru ini menghadirkan pembicara dari empat negara, membahas perkembangan kewirausahaan di Asia Tenggara. Seminar ini dihadiri oleh Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, MA, Dekan FEB UMRI Mizan Aznawi, S.E., M.Ec.Dev, Presdir BRKS Helwin Yunus, serta jajaran pimpinan UMRI dan tamu undangan lainnya.
Kegiatan dibuka dengan pemaparan dari Marwan Setiadi, Branch Manager BRKS Pekanbaru, yang menjelaskan tentang iklim UMKM di Pekanbaru dan skema pembiayaan yang disediakan BRKS untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah. “BRKS berkomitmen memberikan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi pelaku UMKM, sekaligus pendampingan untuk meningkatkan daya saing bisnis,” ujarnya.
Selanjutnya, Dr. Mughaneswari Sahadevan, dosen MSU Malaysia, membagikan insight tentang entrepreneurship mindset yang dapat diterapkan oleh semua kalangan. “Kewirausahaan bukan hanya untuk pebisnis, tapi juga bagi pelajar dan profesional. Mindset kreatif, adaptif, dan berani mengambil risiko adalah kunci sukses di era digital,” tegasnya.
Pembicara dari Universiti Malaysia Terengganu, Assoc. Prof. Dr. Roshaiza Taha, mengangkat topik unik tentang sinergi wakaf dan kewirausahaan di Malaysia. “Wakaf produktif dapat menjadi sumber pendanaan berkelanjutan bagi pengusaha muslim, sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi umat,” jelasnya.
Sementara itu, Rowiyah Asengbaramae, dosen Fathoni University Thailand, memaparkan kebijakan pemerintah Thailand dalam mendukung ekosistem kewirausahaan. “Regulasi yang mendukung, seperti kemudahan perizinan dan insentif pajak, membuat Thailand menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan startup tercepat di ASEAN,” ungkapnya.
Ditutup oleh Dr. Lam Nguyen dari University of Economics and Finance Vietnam, yang menyoroti peluang kolaborasi bisnis antarnegara di kawasan Asia Tenggara. “Vietnam memiliki pasar yang dinamis dengan pertumbuhan ekonomi stabil. Kerja sama dengan pengusaha Indonesia, Malaysia, dan Thailand dapat membuka peluang ekspor dan investasi yang lebih luas,” paparnya.
Selain materi yang padat, acara juga dihiasi dengan penampilan seni dari mahasiswa MSU Malaysia dan Universiti Malaysia Terengganu, menambah semarak suasana. Seminar yang diikuti ratusan peserta dari empat negara (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam) ini berlangsung lancar dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta baik onsite maupun online dapat bertanya langsung kepada para narasumber.
Linda Hetri Suriyanti, SE., M.Ak., Ak., CA., CRMP., selaku ketua penyelenggara, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. “Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan, tapi juga mempererat jaringan kewirausahaan se-Asia Tenggara. Kami berharap ENSEA dapat menjadi platform berkelanjutan untuk kolaborasi akademik dan bisnis,” ucapnya.
Seminar internasional ENSEA menjadi pembuka rangkaian acara Milad UMRI yang akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik lainnya. Melalui event ini, UMRI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kewirausahaan dan kerja sama internasional. (DA)







