Staf Ahli Menristek Dikti RI, Endrotomo Puji Keberanian UMRI Terapkan KKNI

Pekanbaru, (www.umri.ac.id)- Staf Ahli Menristek Dikti RI Dr. Endrotomo memuji keberabian Universitas Muhamadiyah Riau (UMRI) menerapkan Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam tahun ajaran baru mendatang. Sebab, banayk perguruan tinggi yang sudah lama berdiri namun belum berani melaksanakan kurikulum standar nasional berbasis KKNI.

” UMRI baru saja berdiri 8 tahun lalu namun sudah berani menerapkan kurikulum nasional perguruan tinggi berbasis KKNi. Ini langkah baru untuk menghasilkan lulusan yang berskala nasional dan internasional,” kata Endrotomo saat menjadi pembicara Workshop Perumusan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran UMRI, Senin (23/1) di Kampus UMRI jalan K.H Ahmad Dahlan Pekanbatu

Endrotomo mengatakan dari 4.200 perguruan tinggi se Indonesia hanya 1000 yang melaksanakan kurikulum
standar nasional berbasis KKNI termasuk salah satunya UMRI. Kurikulum standar nasional perguruan tinggi berbasisi KKNI ini mempunyai tolak ukur standar lulusan yang akan dihasil oleh perguruan tinggi. KKNI ini merupakan perpaduan kurikulum yang tolak ukur tidak hanya skala nasional tapi juga internasional. ” KKNI ada tolak ukur lulusannya yang akan dihasilkan oleh perguruan tinggi. Dilevel mana lulusan yang akan dihasilkan. Saya memberikan apresiasi kepada UMRI yang berani walau masih 8 tahun namun sudah memikirkan lulusan berskala internasional, “kata Endrotomo

Rektor Universitas Muhamadiyah Riau Dr.H Mubarak mengatakan pekerjaan penyusunan  kurikulum bukan pekerjaan mudah. Sebab, banyak harus dirumuskan mau kemana UMRI 4 tahun kedepan setelah menghasilkan lulusan.” 2021 lulusan UMRI ini seperti apa.Lulusan umri yang akan kita hasilkan harus bisa menjawab dunia kerja, punya keahlian, agar ilmu yang diperoleh tidak sia sia.” kata Mubarak saat.membuka kegiatan tersebut

Sementara koordinator perubahan kurikulum dr.H Taswin Yaqub mengatakan UMRI telah menyepakati tahun ajaran baru, UMRI telah menerapak kurikulum nasional berbasis KKNI. Sekarang ini UMRI masih memakai kurikulum berbasis KBK.” Saya harapkan pak Endrotomo bisa  mencurah ilmu dan  membimbing UMRI dalam menyusun kurikulum berbasis KKNI,” kata Taswin

Dalam menerapakan kurikulum KKNI, kata Taswin, UMRI harus punya komitmen dan keinginan yang kuat dari seluruh stakeholder mulai dari Pimpinan Muhamadiyah, Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Prodi, pegawai bertekad melaksanakan KKNI pada tahun ajaran baru mendatang.” Mari kita bersama sama merapatkan barisan keinginan, persepsi yang sama untuk menerapkan KKNI tanggal 1 september mendatang. KKNI wajib di berlakukan 2017 ini. Perubahan kurikulum ini nantinya akan membawa umri lebih baik lagi, ” kata Taswin (Humas)

Jadilah Bagian dari Hall Of Fame FEB UMRI!

    Data Diri

  • Pencapaian

 

Verifikasi

Instruksi

1. Membayar uang pembuatan KTM ke Tata Usaha sebesar Rp. 60.000
2. Mengisi formulir pengajuan di halaman ini


Syarat Foto

1. Foto berbentuk file asli (bukan foto menggunakan HP)

2. Ukuran foto 3x4

3. Berfoto dengan posisi serong

4. Foto wajib menggunakan Jas Almamater
5. Latar Belakang Merah
6. FILE diberi nama dengan format berikut : Nama_NIM

Pengajuan Pembuatan KTM Baru

 

Verifikasi

Tata Cara Pengajuan Surat

1. Pastikan sudah membaca syarat surat terlebih dahulu
2. Pilih dan download format surat yang dibutuhkan,
3. Edit isi surat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa masing-masing,
4. Cetak surat,
5. Minta tandatangan pejabat yang tertera di surat (Ka.Prodi/Dosen PA/dll),
6. Serahkan ke Pihak yang tertera di syarat surat

 

Silahkan download format surat dibawah sesuai kebutuhan

> Permohonan Data Fakultas Untuk Penelitian (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Data Pra Proposal Penelitian (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Data Tugas Mata Kuliah (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Input Mata Kuliah / KRS (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Kembali Kuliah Setelah Cuti (Serahkan ke DAAK)


> Permohonan Pindah Regular (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Pindah Program Studi (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Pindah Universitas (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Pengunduran Diri (Serahkan ke Tata Usaha)