FGD ISEI : Potensi dan Peluang Riau Sebagai Salah Satu Pusat Ekonomi Syariah

Pekanbaru – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) komisariat Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) hari Kamis (04/02/21) pagi. Kegiatan FGD berkonsep Coffe Morning ini fokus membahas Ekonomi Syariah bertemakan “Potensi dan Peluang Riau Sebagai Salah Satu Pusat Ekonomi Syariah”. Untuk itu, pengurus menghadirkan beberapa pembicara yaitu Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam Dr. Budi Triyanto, S.E., M.Si sekaligus ketua STIE Iqra’ An-Nisa dan Wakil Ketua Bidang Organisasi ISEI Cabang Pekanbaru Boy S. Bakhri, S.E., M.Si. Bertempat di Ruang GR 605-606 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Riau dan dihadiri oleh pengurus ISEI Komisariat UMRI, FGD ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian ISEI terhadap kondisi Ekonomi Syariah di kota Pekanbaru.

Dibuka oleh dekan FEB UMRI Zul Azmi, S.E., M.Si., Ak., CA, Zul menyampaikan harapan agar ISEI seterusnya bisa membuat kegiatan yang mampu memberi kontribusi pada perekonomian saat ini sesuai dengan pesan Rektor UMRI saat pelantikan pengurus ISEI Komisariat UMRI bulan lalu. Seterusnya pada sesi pertama pemaparan pembicara, Budi Triyanto memperlihatkan pergerakan perekonomian dalam beberapa waktu kebelakang. Terkhusus di Provinsi Riau sendiri, Budi menilai Provinsi Riau memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Data statistik yang dipaparkan menunjukkan ada banyak faktor yang bisa membuat perkembangan ekonomi syariah di Provinsi  bisa meningkat dimana salah satunya ia mengapresiasi faktor dukungan dari Gubernur Provinsi Riau yang ia nilai “Syariah Minded“. Senada dengan yang disampaikan oleh Budi Triyanto, Boy S. Bakhri juga melihat potensi ekonomi syariah yang besar. Boy bahkan menyemangati pengurus ISEI yang seluruhnya adalah dosen di Universitas Muhammadiyah Riau untuk memperbanyak penelitian di bidang ekonomi syariah. Hal ini juga didukung rasa kagumnya saat ISEI Komisariat UMRI mencoba untuk fokus di Ekonomi Syariah disaat umumnya lebih banyak yang membahas ekonomi non-syariah. Di lain kesempatan budi juga mengapresiasi bank syariah yang sudah “mulai benar-benar syariah” meskipun saat ini masih menggunakan konsep bank konvensional dalam banyak sistem nya.

Dekan FEB sekaligus Ketua ISEI Komisariat UMRI saat menyerahkan sertifikat kepada pembicara

Jadilah Bagian dari Hall Of Fame FEB UMRI!

    Data Diri

  • Pencapaian

 

Verifikasi

Instruksi

1. Membayar uang pembuatan KTM ke Tata Usaha sebesar Rp. 60.000
2. Mengisi formulir pengajuan di halaman ini


Syarat Foto

1. Foto berbentuk file asli (bukan foto menggunakan HP)

2. Ukuran foto 3x4

3. Berfoto dengan posisi serong

4. Foto wajib menggunakan Jas Almamater
5. Latar Belakang Merah
6. FILE diberi nama dengan format berikut : Nama_NIM

Pengajuan Pembuatan KTM Baru

 

Verifikasi

Tata Cara Pengajuan Surat

1. Pastikan sudah membaca syarat surat terlebih dahulu
2. Pilih dan download format surat yang dibutuhkan,
3. Edit isi surat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa masing-masing,
4. Cetak surat,
5. Minta tandatangan pejabat yang tertera di surat (Ka.Prodi/Dosen PA/dll),
6. Serahkan ke Pihak yang tertera di syarat surat

 

Silahkan download format surat dibawah sesuai kebutuhan

> Permohonan Data Fakultas Untuk Penelitian (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Data Pra Proposal Penelitian (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Data Tugas Mata Kuliah (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Input Mata Kuliah / KRS (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Kembali Kuliah Setelah Cuti (Serahkan ke DAAK)


> Permohonan Pindah Regular (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Pindah Program Studi (Serahkan ke Tata Usaha)

> Permohonan Pindah Universitas (Serahkan ke Tata Usaha)


> Permohonan Pengunduran Diri (Serahkan ke Tata Usaha)